Kisah Mbah Kadiyem yang Diterlantarkan Selama 10 Tahun
Kehidupan Mbah Kadiyem (85), warga RT 01/RW 01, Dusun Ngulubang, Desa Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, menjadi perhatian banyak orang.
Semenjak hidup sebatang kara, Kadiyem hanya mengandalkan belas kasihan dari tetangga dan orang lain untuk hidup. Pasalnya, semenjak tiga tahun terakhir, Kadiyem tak sanggup berdiri.
Lantaran tidak ada keluarga yang merawat, seorang tetangga bernama Sulami terketuk hati merawat Kadiyem. Menurut Sulami, sebelum hidup sebatang kara, Kadiyem tinggal dengan kakak kandungnya yang sama-sama menjanda bernama Darmilah.
Namun semenjak Darmilah meninggal, kondisi kesehatan Kadiyem menurun drastis. Kadiyem tergolek lemas tak berdaya dan hanya bisa terbaring di tempat tidurnya.
Menurut dia, sejatinya Kadiyem memiliki anak semata wayang yang saat ini tinggal di Lampung. Namun, dalam sepuluh tahun terakhir, anaknya yang bernama Gunari tak kunjung datang menengok ibundanya.
Padahal sebelumnya, Gunari rajin menengok Kadiyem dan mengirim uang untuk membiayai hidupnya lewat saudaranya yang tinggal di Ponorogo. Semenjak memiliki dua istri, Gunari tak lagi menengok ibundanya. Tak hanya itu, putra semata wayangnya itu pun jarang mengirimi uang kepada Kadiyem.
Sementara itu, Harsih, tetangga Kadiyem menyebutkan bahwa nenek lansia itu mulai mendapatkan perhatian dari warga lain semenjak ada orang yang memberikan bantuan.
"Saat itu ada donatur datang mencari orang yang membutuhkan bantuan. Kemudian saya tunjukkan rumah Mbah Kadiyem. Tak disangka orang itu kemudian mengunggah ke Facebook hingga menjadi perbincangan banyak orang," kata Harsih.
Meski sudah dibantu warga, Harsih belum melihat adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Madiun. Harapannya, pemerintah mengambil tindakan untuk merawat Kadiyem di pantai Jompo atau diserahkan kepada keluarga untuk dirawat setiap harinya.
Harsih menambahkan pekan lalu, jajaran Polsek Dolopo memberikan bantuan beras, sembako dan uang tunai. Bahkan saat itu, salah satu anggota sempat menelepon anaknya Kadiyem untuk pulang. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kepulangan anaknya.
(Source: Kompas)
Semenjak hidup sebatang kara, Kadiyem hanya mengandalkan belas kasihan dari tetangga dan orang lain untuk hidup. Pasalnya, semenjak tiga tahun terakhir, Kadiyem tak sanggup berdiri.
Lantaran tidak ada keluarga yang merawat, seorang tetangga bernama Sulami terketuk hati merawat Kadiyem. Menurut Sulami, sebelum hidup sebatang kara, Kadiyem tinggal dengan kakak kandungnya yang sama-sama menjanda bernama Darmilah.
Namun semenjak Darmilah meninggal, kondisi kesehatan Kadiyem menurun drastis. Kadiyem tergolek lemas tak berdaya dan hanya bisa terbaring di tempat tidurnya.
Menurut dia, sejatinya Kadiyem memiliki anak semata wayang yang saat ini tinggal di Lampung. Namun, dalam sepuluh tahun terakhir, anaknya yang bernama Gunari tak kunjung datang menengok ibundanya.
Padahal sebelumnya, Gunari rajin menengok Kadiyem dan mengirim uang untuk membiayai hidupnya lewat saudaranya yang tinggal di Ponorogo. Semenjak memiliki dua istri, Gunari tak lagi menengok ibundanya. Tak hanya itu, putra semata wayangnya itu pun jarang mengirimi uang kepada Kadiyem.
Sementara itu, Harsih, tetangga Kadiyem menyebutkan bahwa nenek lansia itu mulai mendapatkan perhatian dari warga lain semenjak ada orang yang memberikan bantuan.
"Saat itu ada donatur datang mencari orang yang membutuhkan bantuan. Kemudian saya tunjukkan rumah Mbah Kadiyem. Tak disangka orang itu kemudian mengunggah ke Facebook hingga menjadi perbincangan banyak orang," kata Harsih.
Meski sudah dibantu warga, Harsih belum melihat adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Madiun. Harapannya, pemerintah mengambil tindakan untuk merawat Kadiyem di pantai Jompo atau diserahkan kepada keluarga untuk dirawat setiap harinya.
Harsih menambahkan pekan lalu, jajaran Polsek Dolopo memberikan bantuan beras, sembako dan uang tunai. Bahkan saat itu, salah satu anggota sempat menelepon anaknya Kadiyem untuk pulang. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kepulangan anaknya.
(Source: Kompas)

0 Response to "Kisah Mbah Kadiyem yang Diterlantarkan Selama 10 Tahun"
Post a Comment